Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

....Recycling Words with My Own....

ReviewReviewReviewReviewMay 23, '10 2:04 AM
for everyone
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Habiburrahman El Shirazy
Membaca buku 'Bumi Cinta' karya kang Abik ini, bagaikan membaca sebuah tafsir Al-Qur'an yang telah di bumbui dengan cerita yang menyentuh, cerdas dan tetap bersifat universal.

Setelah sukses dengan karya best seller Ayat- ayat Cinta serta Ketika Cinta Bertasbih, kali ini Kang Abik kembali meluncurkan novel Islami, yang lagi-lagi meng-capture negara lain, sebagai setting tempat dalam novel ini. Jika novelnya terdahulu, berlatar di negara yang mayoritas umatnya beragama muslim, novel Bumi Cinta justru ber-setting di sebuah negara penganut seks bebas dan pengakses situs pornografi terbesar, yaitu Rusia.

Demi kepentingan sebuah penelitian, seorang santri salaf bernama Muhammad Ayyas harus tinggal di Rusia untuk beberapa lama. Bisa dibayangkan betapa Ayyas sungguh tersiksa karena harus menyesuaikan gaya hidup bebas selama di Rusia dan bertemu dengan orang-orang strange yang membuatnya tidak nyaman.

Devid, teman semasa kecilnya, yang hidup bersama dengan seorang wanita tanpa ikatan pernikahan.

Yelena, wanita cantik asli Rusia yang tak lagi percaya adanya Tuhan.

Linor, perempuan sadis beragama Yahudi yang begitu membenci Ayyas karena beragama Islam.

Atau, Dr. Anastasia Palazzo, dosen cantik yang jelas- jelas naksir Ayyas.

Ayyas begitu kelimpungan dengan kehidupannya di Rusia yang berbeda drastis dengan kehidupannya semasa kuliah di Madinah. Belum lagi, ia harus berbagi apartemen dengan 2 perempuan molek, Yelena dan Linor, dimana keduanya bukanlah perempuan baik-baik.

Saat itulah tingkat keimanan seorang Muhammad Ayyas sungguh- sungguh di uji oleh Alloh SWT. Tinggal di Rusia dengan segala macam model kehidupan yang bertentangan dengan iman dan hati nuraninya merupakan ujian yang amat berat baginya. Namun, kekuatan iman dan takwal-ah yang pada akhirnya memberikan angin segar bagi Ayyas.

Lebih dari sekedar seorang visiting fellow yang sedang melakukan penelitian, kehadiran Ayyas pada akhirnya membawa berkah. Orang-orang yang dulu membenci dirinya dan Islam, akhirnya tersadar bahwa Islam bukanlah agama kekerasan yang identik dengan terorisme. Melalui Ayyas, orang-orang itu tersadar bahwa sesungguhnya Islam adalah agama yang cinta damai. :)

Baru kali ini saya membaca buku kang Abik secara lengkap. Dulu, saya membaca ayat- ayat cinta cuma setengah. Ketika Cinta Bertasbih malah sama sekali nggak baca. Saya cuma nonton filmnya.

Kesan saya terhadap novel ini adalah: sangat menyentuh. Dengan alur cerita yang tertata rapi gaya filmis namun tetap mengalir, Kang Abik benar-benar mampu memaparkan arti beberapa ayat-ayat Al-Qur'an dengan bahasa yang jelas, mudah dipahami dan tidak menggurui. Penokohan Ayyas-pun juga pas, meski terkadang rasa ke-Islamannya ditunjukkan secara agak berlebihan.

Melalui novel ini, saya juga berasa travelling ke Rusia lho! Kang Abik nggak hanya fokus pada cerita tentang agama Islam saja. Ia juga menggali secara detail soal bahasa Rusia dasar seperti Kak Dela (Apakabar), Spasiba Balshoi (Terimakasih), Spokoinoi Nochi (Selamat Malam), dan masih banyak lagi. Kang Abik juga mengeksplor kuliner Rusia. Soal kentang yang menjadi makanan wajib orang Rusia, sama halnya dengan orang Indonesia yang menjadikan nasi sebagai makanan utama, serta sup ukha, sup favorit semua orang Rusia.

Novel ini juga kaya akan pengetahuan. Tokoh Muhammad Ayyas digambarkan sebagai santri cerdas, yang mempu memberikan penjelasan tentang Al-Qur'an secara ilmiah. Dalam penjelasannya, Ayyas juga menyebutkan beberapa ilmuwan penting yang mengakui kebenaran isi Al-qur'an sebagai sumber dari segala sumber iptek. Saya jadi tahu siapa saja ilmuwan yang tadinya menghujat Al-Qur'an dan Islam, pada akhirnya malah percaya bahwa Al-Qur'an benar- benar sebuah kitab suci yang amazing.

Saya jadi tahu siapakah Maurice Bucaille, ilmuwan Perancis yang tadinya atheis, malah percaya 100% pada Al-Qur'an karena telah terbukti secara ilmiah dapat menjelaskan tentang mumi Fir'aun yang saat itu sedang ditelitinya. Ia kemudian menulis sebuah buku berjudul 'La Bible Le Coran etla science' (The Bible, The Quran and the science). Setelah saya googling, buku itu telah diterjemahkan ke semua bahasa didunia.

Dr. Gary Miller, seorang ilmuwan yang menyadari kedahsyatan Al-Qur'an karena telah menjelaskan terlebih dahulu soal teori terbentuknya bumi, jauh sebelum penelitian para ilmuwan hebat. Ia akhirnya juga menerbitkan buku berjudul 'The Amazing Qur'an'.

Atau Dr. Keith L. Moore, seorang ilmuwan yang akhirnya mengimani Al-Qur'an karena telah menjelaskan secara detail terbentuknya embrio manusia dalam rahim, seperti yang tertuang dalam surat Al-Mu'minun ayat 13-14.

Agama, pengetahuan, cinta, travelling... semuanya terangkum lengkap dalam buku setebal 546 halaman ini. Dari awal melihat displaynya di rak 'new arrival' yang saya temui disebuah toko buku, saya sudah menyangka bahwa saya nggak akan menyesal membeli buku ini.

Dan, memang benar. Bumi Cinta is such a brilliant fiction novel!

A very worth read!


ouitha wrote on May 23, '10
ris aq pinjem po'o....aq jg mow pinjem alphaville, sama yg novelny clara ng itu yak.. :P
ylanggeng wrote on Jun 15, '10
Thanks infonya. Saya masukkan wish list nomer 1 beli ntar kalau pulang Indonesia.
rizkachika wrote on Jun 24, '10
Thanks infonya. Saya masukkan wish list nomer 1 beli ntar kalau pulang Indonesia.
Alhamdulilah.... Jika review buku ini bisa membuat anda tertarik. Semoga bermanfaat! :)
Add a Comment
How would you rate this book? (optional)
0 out of 5 stars